Juli 31, 2011

MAKNA LAMBANG KORPS PASKIBRAKA


  • Untuk mempersatukan korps, untuk Paskibraka Nasional, Propinsi, dan Kabupaten / Kotamadya ditandai oleh lambang korps yang sama, dengan tambahan tanda lokasi terbentuknya pasukan.
    Lambang Korps Paskibraka sejak tahun 1973, dengan perisai berwarna hitam dengan garis pinggir dan huruf berwarna kuning : PASUKAN PENGIBAR BENDERA PUSAKA dan TAHUN 19 … (diujung bawah perisai) berisi gambar (dalam bulatan putih) sepasang anggota Paskibraka dilatar belakangi oleh Bendera Merah Putih yang berkibar ditiup angin dan 3 (tiga) garis horizon atau awan.
    Makna dari bentuk dan gambar tersebut adalah; 
  • Bentuk perisai bermakna “Siap bela negara” termasuk bangsa dan tanah air Indonesia, warna hitam bermakna teguh dan percaya diri.
  • Sepasang anggota Paskibraka bermakna bahwa Paskibraka terdiri dari anggota putra dan anggota putri yang dengan keteguhan hati bertekad untuk mengabdi dan berkarya bagi pembangunan Indonesia.
  • Bendera Merah Putih yang sedang berkibar adalah bendera kebangsaan dan utama Indonesia yang harus dijunjung tinggi seluruh bangsa Indonesia termasuk generasi mudanya, termasuk Paskibraka.
  • Garis Horizon atau 3 (tiga) garis menunjukan ada Paskibraka di 3 (tiga) tingkat, yaitu Nasional, provinsi, dan Kabupaten / Kotamadya.
  • Warna kuning berarti kebanggaan, keteladanan dalam hal perilaku dan sikap setiap anggota Paskibraka.

Juli 09, 2011

ALBUM KENANGAN PASKIBRAKA KAB. CIAMIS

PHOTO PASKIBRAKA KAB. CIAMIS BERSAMA POLRI (PASUKAN 45)
TAHUN 2007


PHOTO PASKIBRAKA KAB. CIAMIS BERSAMA PELATIH DAN SENIOR
TAHUN 2009



PHOTO PASKIBRAKA KAB. CIAMIS BERSAMA SENIOR
TAHUN 2010




PHOTO PASKIBRAKA KAB. CIAMIS BERSAMA PELATIH
TAHUN 2011

PASKIBRAKA ANGKATAN TAHUN 2011

DAFTAR NAMA
PASUKAN PENGIBAR BENDERA PUSAKA
KABUPATEN CIAMIS 
TAHUN 2011
NO. NAMA LENGKAP L/P NRA ASAL SEKOLAH
1 ADE KOSWARA L 11.0920.01 SMK PUTERA PANGANDARAN
2 INDAH FAZLIANI P 11.0920.02 SMAN 1 CIAMIS
3 LIA AYU YULIA P 11.0920.03 SMKN 1 CIAMIS
4 ADE HERI SUDARSONO L 11.0920.04 SMAN 3 CIAMIS
5 ADINDA PUTRI P 11.0920.05 SMAN 1 CIAMIS
6 AI LELLY ROSMAYA P 11.0920.06 SMAN 1 CIAMIS
7 ANDRI LUBIS NUGRAHA L 11.0920.07 SMAN 1 BAREGBEG
8 ANGGA SUGIANTO L 11.0920.08 SMK LPT CIAMIS
9 ANGGI ARI SEPTIANI P 11.0920.09 SMA PLUS ALHASAN
10 ANISA NUR FITRIA P 11.0920.10 SMAN 1 CIAMIS
11 ARDY SUNDANA L 11.0920.11 SMAN 1 CIHAURBEUTI
12 ATIKA NUR HIDAYAT P 11.0920.12 SMAN 2 CIAMIS
13 AYU ANGGITA 11.0920.13 SMKN 1 CIAMIS
14 BAYU DEA L 11.0920.14 SMAN 3 CIAMIS
15 BELLA FEBRIANTI P 11.0920.15 SMKN 1 CIAMIS
16 ELDA JUNIA T P 11.0920.16 MA PUI CIJANTUNG
17 EMA AULIA DEWI P 11.0920.17 SMAN 2 CIAMIS
18 ERIK FEBRIANSYAH L 11.0920.18 SMK MIFTAHUL HUDA II
19 GALUH DWI ANUGRAH L 11.0920.19 SMKN 1 PADAHERANG
20 GIANA ARTIKA APRIANTI P 11.0920.20 SMAN 2 CIAMIS
21 GUGGY TRYAN L 11.0920.21 SMAN 1 CIAMIS
22 GUNTUR M. ALAMSYAH L 11.0920.22 SMAN 1 CIHAURBEUTI
23 GUSTI GEMA MB L 11.0920.23 SMAN 1 CIAMIS
24 IMAM ARIEF P. L 11.0920.24 SMAN 1 MANGUNJAYA
25 INDRA SETIA L 11.0920.25 SMAN 1 BAREGBEG
26 JEFRY MP L 11.0920.26 SMAN 1 PANAWANGAN
27 JEMI PRASEHA F. L 11.0920.27 SMAN 1 PARIGI
28 MAYA SUKMAYANTI P 11.0920.28 SMAN 1 LAKBOK
29 NITA NURSASIH P 11.0920.29 SMAN 1 KAWALI
30 PIPIH SHUFIAH P 11.0920.30 MAN 2 CIAMIS
31 RD. DIAN NUR RAHMAWATI P 11.0920.31 SMAN 2 CIAMIS
32 RINI RISMAYANTI P 11.0920.32 SMAN 1 RANCAH
33 RIZKY MAIDAN ILMY L 11.0920.33 MAN DARUSSALAM
34 ROHANIA AUDA 11.0920.34 SMAN 1 CIAMIS
35 ROHMAT HIDAYAT L 11.0920.35 SMKN 1 CIAMIS
36 ROHMAT PRIONDANI L 11.0920.36 SMKN 1 PANGANDARAN
37 SITI HUMAIROH P 11.0920.37 SMAN 1 BANJARSARI
38 SRI ISMAYA P 11.0920.38 SMAN 1 CIHAURBEUTI
39 SUCI RAMDANI P 11.0920.39 MAN PANGANDARAN
40 YUYU YUNAEPIH P 11.0920.40 MAN RANCAH





Keterangan :


Laki - laki      : 19 orang


Perempuan : 21 orang


SUSUNAN PENGURUS PPI KAB. CIAMIS

PENGURUS KABUPATEN
PURNA PASKIBRAKA INDONESIA CIAMIS
PERIODE 2010 - 2013



 DEWAN PEMBINA
DEWAN PENASEHAT
MAJELIS PERTIMBANGAN ORGANISASI 

KETUA
Nurcholis

WAKIL KETUA
Rizal Qudrotulloh A, S.KM
SEKRETARIS
1. Rd. Dika Nurwijayawan, S.Kom
2. Lulu Nuryani

BENDAHARA
1. Risma Adhiani
2. Ook Muharawati

BIRO - BIRO

A. PENGEMBANGAN POTENSI ORGANISASI
  1. Ade Norochman
  2. Rahmat Selamet
  3. Dany Saputra
B. ADMINISTRASI DAN KESEKRETARIATAN
  1. Rizany Eka Pertiwi
  2. Shopia Illiyani
  3. Rismayadi Taofik
C. PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
  1. Handy Aprillia N.
  2. Santika Rosmayanti Dewi
  3. Agung Trilekssana
  4. Harri Kurnia
D. DANA DAN KEWIRAUSAHAAN
  1. RD. Windhani Nugraha
  2. Yusef Abdul Aziz
  3. Vanny Nugraha
E. PENGABDIAN MASYARAKAT
  1. Amirudin Maulani
  2. Risma Amalia Efendi
  3. Dede Rusyadi






Juli 08, 2011

PROPOSAL PURNA PASKIBRAKA INDONESIA

PENDAHULUAN
Hakekat pembinaan generasi muda dalam Pembangunan Nasional Bangsa Indonesia adalah usaha untuk menyiapkan kader penerus cita-cita perjuangan bangsa Indonesia dan manusia pembangunan yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berjiwa Pancasila sebagai Pandu Ibu Pertiwi.
PURNA PASKIBRAKA INDONESIA merupakan salah satu bagian dari generasi muda Indonesia yang selalu terus menerus membina diri agar memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara, idealisme, patriotisme dan harga diri serta mempunyai wawasan yang luas, kokoh kepribadiannya, memiliki kesegaran jasmani dan daya kreasi serta dapat mengembangkan kemandirian, kepemimpinan, ilmu, keterampilan, semangat kerja keras dan kepeloporan.
Dalam upaya mewujudakan pembinaan tersebut maka Purna Paskibraka membentuk suatu wadah yang diberi nama PURNA PASKIBRAKA INDONESIA.
Dari uraian di atas dapat memunculkan berbagai pertanyaan tentang apa, siapa dan bagaimana¨ Purna Paskibraka. Dalam uraian berikut ini akan dikupas tentang Purna Paskibraka :
  • Organisasi Purna Paskibraka bernama PURNA PASKIBRAKA INDONESIA disingkat PPI. PPI berkedudukan di wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ). Organisasi ini didirikan tanggal 21 Desember 1989 di Cipayung, Bogor, melalui MUNAS I PPI.
  • PPI berasaskan Pancasila dan berdasarkan UUD 1945. Organisasi ini bersifat kekeluargaan dan bukan bagian dari organisasi masyarakat / Orsospol manapun juga serta tidak menjalankan kegiatan politik.
  • Tujuan PPI :
Menghimpun dan membina para anggota agar menjadi arga NKRI yang
beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berjiwa Pancasila, setia
dan patuh pada NKRI.
Mengamalkan dan mengamankan Pancasila.
Membina watak, kemandirian dan profesionalisme
  • Fungsi PPI :
Mendorong dan pemrakarsa pembaharuan dengan menyelenggarakan kegiatan yang kontributif.
Wadah pembinaan dan pengembangan potensi anggota.
  • Bagaimana kepengurusan organisasi PPI ?
Kepengurusan dari organisasi PPI ini disusun secara vertical dengan urutan :
  1. Purna Paskibraka Indonesia Pusat
  2. Purna Paskibraka Indonesia Propinsi / DT I
  3. Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten / Kota
Setiap kepengurusan dipimpin oleh Pengurus PPI yang berada di ibukota untuk pusat, Pengurus DT I untuk ibukota propinsi dan Pengurus DT II untuk ibukota kabupaten / kota.
Pelindung, Penasehat, dan Pembina organisasi disesuaikan dengan struktur organisasi pemerintahan yang mengurus tentang generasi muda. Misalnya untuk pelindung kabupaten / kota adalah Bupati / Walikota, Penasehat adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten / kota, serta Pembina adalah Kepala Sub Dinas Pemuda dan Olah Raga.
  • Bagaimana keanggotan dari PPI ?
Keanggotaan PPI dapat dibedakan menjadi :
  1. Anggota Biasa
Adalah pemuda / pelajar yang pernah bertugas sebagai anggota PASKIBRAKA di tingkat nasional, propinsi, kabupaten / kota pada tanggal 17 Agustus serta menjalani latihan dalam Gladian Sentra.
  1. Anggota Luar Biasa
Adalah mereka yang pernah menjadi komandan, pelatih, dan Pembina PASKIBRAKA.
  1. Anggota Kehormatan
Adalah mereka yang berjasa, berpartisipasi aktif / nyata kepada PASKIBRAKA dan Organisasi Purna Paskibraka Indonesia yang ditetapkan melalui musyawarah.
  • Keanggotaan PPI berhenti apabila :
  1. Yang bersangkutan meninggal dunia atau melanggar peraturan organisasi ( PO ).
  2. Apabila melanggar PO, pemberhentian dapat dilakukan melalui musyawarah.
  3. Sebelum dinyatakan diberhentikan, anggota yang bersagkutan diberi kesempatan membela diri.
  • Bagaimana penentuan arah kebijakan organisasi ?
Dalam organisasi ini MUNAS merupakan forum tertinggi untuk menetapkan program kerja dan kebijakan organisasi. MUNAS diadakan sekali dalam 4 tahun.
Wewenang dari MUNAS antara lain :
  1. Menetapkan laporan pertanggungjawaban pengurus pusat
  2. Menetapkan / menyempurnakan AD / ART
  3. Menetapkan program kerja dan kebijaksanaan organisasi.
  4. Memilih, mengangkat, dan memberhentikan pengurus pusat PPI.
  5. Menetapkan keputusan keputusan lain yang dianggap perlu.
Semua pengambilan keputusan dilakukan dengan cara musyawarah untuk mufakat, bila setelah diupayakan dengan sungguh-sungguh tetapi mufakat tidak tercapai, maka keputusan diambil dengan suara terbanyak.
  • Apa kode etik dan atribut dari PPI ?
Kode Etik organisasi ini adalah Ikrar Putra Indonesia yang berbunyi :
IKRAR PUTRA INDONESIA
Aku mengaku Putra Indonesia, dan berdasarkan pengakuan itu :
  1. Aku mengaku, bahwa aku adalah makhluk Tuhan Al Khalik, Yang Maha Esa, dan bersumber pada Nya
  2. Aku mengaku, bertumpah darah satu, Tanah Air Indonesia
  3. Aku mengaku, berbangsa satu, bangsa Indonesia
  4. Aku mengaku, berjiwa satu, jiwa Pancasila
  5. Aku mengaku, bernegara satu Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila
  6. Aku mengaku, bertujuan satu, masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila, sesuai dengan pembukaan UUD 1945
  7. Aku mengaku, bercara karya satu perjuangan besar dengan akhlak dan ikhsan menurut ridho Tuhan Yang Maha Esa.
Berdasarkan pengakuan-pengakuan ini dan demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajiban untuk mengamalkan semua pengakuan ini dalam karya hidupku sehari-hari. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberkati natku ini dengan Taufik dan Hidayah-Nya serta dengan Inayat-Nya.

SEJARAH SINGKAT PEMBENTUKAN PASKIBRAKA

Seorang ajudan Presiden Republik Indonesia pertama, Mayor (L) Hussein Mutahar (29 tahun), pada tahun 1946, di Istana Gedung Agung Yogyakarta mendapat tugas dari Presiden untuk mempersiapkan Upacara Bendera Hari Ulang Tahun Pertama Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada saat itu Bapak Hs.Mutahar, mempunyai pemikiran bahwa untuk menumbuhkan rasa persatuan bangsa, sebaiknya pengibaran Bendera Pusaka Merah Putih (bendera pertama yang dikibarkan di Pegangsaan Timur 56 sebelum Presiden Soekarno membacakan teks Proklamasi) dilakukan oleh para pemuda Indonesia yang datang dari seluruh propinsi.
Karena saat itu pusat pemerintahan Republik Indonesia terpaksa harus pindah dari Jakarta ke Yogyakarta, akibat dari aksi teror Belanda, maka tidak mungkin keinginan mendatangkan para pemuda daerah itu berwujud. Sebagai gantinya Pak Mutahar memilih 5 (lima) pemuda pelajar putra perwakilan daerah yang ada di Yogyakarta, terdiri dari 3 orang putri dan 2 orang putra (jumlah 5 = simbol Pancasila).
Regu Pengibar Bendera Pusaka (RUKIBRAKA) dibentuk kembali pada Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1947 dan 1948, yang bertugas di istana Gedung Agung Yogyakarta, dengan komposisi anggota perwakilan daerah yang berbeda.
Dua puluh tahun kemudian, tahun 1966, Pak Hs. Mutahar diangkat menjadi Direktur Jenderal Urusan Pemuda dan Pramuka (Dirjen UDAKA) Dep. P dan K, dan setahun sesudah itu mendapat tugas dari Presiden Soeharto untuk mempersiapkan upacara bendera pada HUT Kemerdekaan Republik Indonesia XXI di Istana Merdeka.
Kesempatan untuk mewujudkan gagasan 20 tahun yang lalu, yaitu mendatangkan pemudi/pemuda utusan propinsi terbuka lebar. Tetapi waktu untuk pemanggilan itu sangat mendesak, perlu diuji coba dulu tata cara pendidikan/latihan dan penuaian tugas utamanya. Karena itu Pak. Hs. Mutahar minta bantuan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jakarta untuk menggunakan para pramuka penegak menjadi anggota Pasukan Pengerek Bendera Pusaka (PASKERAKA). Pola Pelatihannya menggunakan Latihan Pemuda "Pandu lbu Indonesia berPancasila".
Baru setelah uji coba ini dianggap berhasil, tahun 1968 mulai memanggil pemuda pelajar SMTA dari seluruh Indonesia, setiap Propinsi/Da Ist/DKI mengirim dua utusan seorang putra dan seorang putri. Hanya 23 dari 25 propinsi yang dapat mengirimkan utusannya. Pasukan yang dibentuk tahun 1968 ini dianggap sebagai Pasukan Pertama, yang terakhir mengibarkan Bendera Pusaka. Bendera Pusaka yang berusia 23 tahun (dibuat bukan dari kain yang bagus dan baru, dan dijahit oleh Ibu Fatmawati Soekarno serta pernah diselamatkan oleh Bapak Hs. Mutahar dari kemungkinan perampasan atas tentara Belanda) sudah dianggap tua untuk dikibarkan, warnanya pun sudah bukan putih dan merah lagi. Yang dikibarkan oleh PASKIBRAKA 1969 adalah duplikat Pusaka, dan Bendera Pusaka bertugas "mengiring" bendera yang akan dikibarkan dari tempat Inspektur Upacara (Presiden Republik Indonesia) ke tiang bendera 17 ini dan pula saat penurunan bendera sore hari. Mulai tahun 1974 pola latihannya sudah menggunakan Latihan "Perintis Pemuda".